Kamis, 05 Januari 2012

Sistem Sosial Budaya Indonesia


Definisi Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau berbicara.
Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita.
Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Menurut ahli sosiologi lain yakni Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
Menurut Pitirim Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Definisi Antropologi
Antropologi berasal dari kata Yunani, anthropos yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.
David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
William A. Haviland, Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin dan Yunani, istilah "sistem" diartikan sebagai mengabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama.
Sistem adalah kumpulan elemen berhubungan yang merupakan suatu kesatuan.
Sistem adalah Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
System is an organized scheme or method (Sistem adalah kumpulan skema atau metode).
Pengertian Sosial Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.
http://aliciakomputer.blogspot.com/2009/03/sistem-sosial-budaya-indonesia.html

HIDUP ADALAH BELAJAR


HIDUP ADALAH BELAJAR
Denis Waitley, seorang penulis dan motivator di Amerika mengatakan, “Losers live in the past. Winners learn from the past and enjoy working in the present toward the future.” Para pecundang hidup di masa lalu. Para pemenang belajar dari masa lalu dan menikmati bekerja pada saat ini menuju ke masa depan.
Proses belajar seharusnya bukan hanya sekadar menguasai bidang ilmu tertentu atau mencapai sejumlah gelar akademis. Belajar adalah proses mengetahui, mengamati, memahami, dan mengaplikasikan informasi, kemampuan, dan hikmat, yang dapat mengembangkan paradigma, memperkokoh prinsip, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Belajar bukan hanya bertujuan menambah pengetahuan, melainkan menransformasi kehidupan seseorang. Raja Salomo mengatakan, belajar yang hanya bertujuan menambah pengetahuan hanya akan “melelahkan jiwa dan raga” .
Dari Mana dan Kepada Siapa
Tuhan telah mendirikan sekolah yang dinamakan kehidupan. Anda telah berada di dalamnya. Bersedia atau tidak mengikuti kurikulum dan sistem pembelajarannya, itu terserah Anda. Interaksi yang kita miliki dengan orang lain, buku, musik, film ; tantangan dan harapan yang kita miliki telah direncanakan Tuhan sebagai sarana untuk belajar.
Ray Le Blond, direktur sebuah perusahaan komunikasi pariwisata di British Columbia mengatakan : “You learn something every day if you pay attention.” Anda akan belajar setiap hari jika Anda memperhatikan.
Jebakan Tersembunyi
Beberapa hambatan yang menghalangi kita untuk memperoleh dan menikmati manfaat terbaik dari hidup sebagai sarana belajar antara lain:
1.Kemalasan
Kemalasan membuat kita tidur di zona nyaman kita dan tidak mengembangkan batasan-batasan kemampuan kita sebagaimana yang Tuhan inginkan.
2.Kesombongan
Kesombongan membuat kita membatasi cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Kesombongan berarti mengatakan pada Tuhan bahwa, “menurut saya, hanya hal-hal inilah yang perlu saya pelajari, dan dengan cara-cara ini saja saya akan mempelajarinya.”
3.Penundaan
Tidak semua hal perlu dikerjakan dengan segera. Akan tetapi kecenderungan untuk menunda banyak hal di dalam hidup membuat kita melewatkan banyak kesempatan menerima pelajaran dari sang Guru Agung.
4.Prioritas yang salah
Prioritas yang salah akan menyebabkan kita memilih topik-topik pembelajaran yang terus berulang.
5.Asumsi negatif
Asumsi bukanlah fakta melainkan anggapan. Asumsi negatif menjauhkan kita dari potensi kreatif kita. Mengurung kita dari kekayaan hidup yang telah Tuhan sediakan.  
6.Rutinitas
Rutinitas berpotensi membuat segala sesuatu menjadi hambar, “biasa”, dan tidak menarik. Dengan melatih kepekaan, untuk melihat dan mendengar pelajaran, maka kita akan mendapati bahwa hidup ini tidak pernah hambar melainkan selalu menarik untuk dipelajari.
Jika kita dapat memanfaatkan segala hal yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita sebagai sarana pembelajaran, maka sebetulnya kita akan dapat melakukan hal-hal di bawah ini :
  • Membentuk prinsip-prinsip hidup yang lebih baik dan kokoh
  • Mengembangkan dan memaksimalkan kemampuan
  • Memperluas wawasan
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Mengatasi rintangan
  • Mengubah tantangan menjadi kesempatan
  • Menjadikan pembelajaran seumur hidup sebagai jalan bagi damai sejahtera
Denis Waitley, seorang penulis dan motivator di Amerika mengatakan, “Losers live in the past. Winners learn from the past and enjoy working in the present toward the future.” Para pecundang hidup di masa lalu. Para pemenang belajar dari masa lalu dan menikmati bekerja pada saat ini menuju ke masa depan.
Proses belajar seharusnya bukan hanya sekadar menguasai bidang ilmu tertentu atau mencapai sejumlah gelar akademis. Belajar adalah proses mengetahui, mengamati, memahami, dan mengaplikasikan informasi, kemampuan, dan hikmat, yang dapat mengembangkan paradigma, memperkokoh prinsip, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Belajar bukan hanya bertujuan menambah pengetahuan, melainkan menransformasi kehidupan seseorang. Raja Salomo mengatakan, belajar yang hanya bertujuan menambah pengetahuan hanya akan “melelahkan jiwa dan raga” .

hidup  adalah   belajar  :
- belajar tenang,  meski gelisah,
- belajar mengasihi,  meski  tersakiti
- belajar  memahami,  meski  tak sehati
-  belajar sabar, meski  terbebani
- belajar bersyukur, meski tak cukup
- belajar ikhlas, meski sulit untuk rela
- belajar taat, meski  terasa berat
- belajar memahami, meski tak sehati
- belajar sabar, meski terbebani
- belajar setia, meski tergoda
- belajar berbagi, meski sedikit

Belajar dan terus belajar..
Belajar adalah proses kehidupan secara konstan..
Dengan belajar kita selalu mawas diri
Dengan belajar kita merasa ringan dihati
Maka belajar satu-satunya proses kehidupan yang tidak pernah selesai
Hingga suwatu saat kita tersadar betapa belajar telah meneguhkan hati
Menguatkan langkah kita dan membersihkan pikiran
Mari senantiasa belajar untuk menggapai hidup ini
Belajar bersabar jika sedang mendapatkan cobaan
Hidup adalah belajar dan teruslah belajar
http://ebahana.com/warta-3187-Hidup-Adalah-Belajar.html

Perkembangan Kepribadian


Perkembangan Kepribadian Individu-Erikson
Meskipun kepribadian seseorang itu relatif konstan, namun dalam kenyataannya sering ditemukan bahwa perubahan kepribadian dapat dan mungkin terjadi, terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dari pada faktor fisik. Erikson dalam Nana Syaodih Sukmadinata, 2005 mengemukakan tahapan perkembangan kepribadian dengan kecenderungan yang bipolar:
  1. Masa bayi (infancy) ditandai adanya kecenderungan trust mistrust. Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya, tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya. Oleh karena itu kadang-kadang bayi menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia bukan saja tidak percaya kepada orang-orang yang asing tetapi juga kepada benda asing, tempat asing, suara asing, perlakuan asing dan sebagainya. Kalau menghadapi situasi-situasi tersebut seringkali bayi menangis.
  2. Masa kanak-kanak awal (early childhood ditandai adanya kecenderungan autonomyshame, doubt. Pada masa ini sampai-batas-batas tertentu anak sudahbisa berdiri sendiri, dalam arti duduk, berdiri, berjalan, bermain, minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya, tetapi di pihak laindia ga telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan dalam berbuat, sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan dari orang tuanya.
  3. Masa pra sekolah(Preschool Age) ditandai adanya kecenderungan initiative – guilty. Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan, dengan kecakapan-kecakapan tersebut dia terdorong melakukan beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas adakalanya dia mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah, dan untuk sementara waktu dia tidak mau berinisatif atau berbuat.
  4. Masa Sekolah (School Age) ditandai adanya kecenderungan industry–inferiority. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tahap sebelumnya, pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap lingkungannya sangat besar, tetapi di pihak lain karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia menghadapi kesukaran, hambatan bahkan kegagalan. Hambatan dan kegagalan ini dapat menyebabkan anak merasa rendah diri.
  5. Masa Remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan identity – Identity Confusion. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan–kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitasdiri ini, pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak, sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran, dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota.
  6. Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacyisolation. Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa iniikatan kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu, dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.
  7. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan generativitystagnation. Sesuai dengan namanya masa dewasa, pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak, sehingga perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Untuk mengerjakan atau mencapai hal – hal tertentu ia mengalami hambatan.
  8. Masa hari tua (Senescence)ditandai adanya kecenderungan ego integritydespair. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi, semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh usianya yang mendekati akhir. Mungkin ia masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia, hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada, tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut, sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/04/perkembangan-kepribadian-individu/

Minggu, 13 November 2011


ORGANISASI KOMPUTER
Organisasi komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.
Perbedaaan Utama
Organisasi Komputer
§ Bagian yang terkait dengan erat dengan unit – unit operasional
§ Contoh : teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Arsitektur Komputer
§ Atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer.
§ Contoh : Set instruksi, aritmetika yang dipergunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
http://arifpane.blogspot.com/2010/01/organisasi-komputer.html

ILMU KOMPUTER
Ilmu komputer (bahasa Inggris: computer Science), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang.
Tesis Church-Turing menyatakan bahwa semua alat komputasi yang telah umum diketahui sebenarnya sama dalam hal apa yang bisa mereka lakukan, sekalipun dengan efisiensi yang berbeda. Tesis ini kadang-kadang dianggap sebagai prinsip dasar dari ilmu komputer. Para ahli ilmu komputer biasanya menekankan komputer von Neumann atau mesin Turing (komputer yang mengerjakan tugas yang kecil dan deterministik pada suatu waktu tertentu), karena hal seperti itulah kebanyakan komputer digunakan sekarang ini. Para ahli ilmu komputer juga mempelajari jenis mesin yang lain, beberapa diantaranya belum bisa dipakai secara praktikal (seperti komputer neural, komputer DNA, dan komputer kuantum) serta beberapa diantaranya masih cukup teoritis (seperti komputer random and komputer oracle).
Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).
Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.
Departemen ilmu komputer pertama didirikan di Universitas Purdue pada tahun 1962. Hampir semua universitas sekarang mempunyai departemen ilmu komputer.
Penghargaan tertinggi dalam ilmu komputer adalah Turing Award, pemenang penghargaan ini adalah semua pionir di bidangnya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_komputer